PURWOREJO - Ngadirin, sosok tunawisma yang tinggal Dusun Kalisemo, RT.02 RW.02 Desa Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, harus menghabiskan masa tuanya yang mengalami cacat fisik tinggal di rumah dinas penjaga pintu pengairan dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni.
Dalam rumah dinas penjaga pintu pengairan tersebut, Ngadirin hidup tanpa aliran listrik dan tempatnya kumuh serta kotor karena agak jauh dari tetangga dan berada di dekat pemakaman umum warga setempat.
Ngadirin, saat ditemui beberapa awak media menceritakan awal mula bisa tinggal di rumah dinas pengairan tersebut, karena rumahnya dulu dirusak adiknya yang mengalami gangguan jiwa, katanya Selasa (13/10/2020).
“ Saya sudah tidak punya rumah lagi mas, setelah rumah saya dirusak adik saya yang megalami gangguan jiwa, sedangkan saya mau membangun juga tidak punya uang. Jadi ya terpaksa numpang di rumah dinas pengairan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ngadirin mengatakan, sekitar 8 bulan dirinya menempati rumah tersebut kalau setelah rumahnya dirusam adinya dirinya sempat numpang tinggal di tempat tetangga.
“ Saya sangat berharap adanya bantuan rumah dari pemerintah supaya bisa hidup layaknya masyarakat pada umumnya, dan dinas terkait bisa lebih memperhatikan orang seperti saya," ungkapnya.
Ngadirin sendiri merasa sudah tidak bisa lagi mencari uang atau bekerja dengan kondisi badan yang memgalami stroke ringan karena saya sekarang untuk berjalan aja susah mas, imbuhnya.
" Kalau untuk makan sehari-hari saya di sini kadang di kasih tetangga sekitar, kadang ada juga yang ngasih uang ke saya bisa tak buat beli sayuran di warung untuk di masak, kalau untuk buang hajat dan mandi saya ke sungai mas," tutupnya.
Sementara itu, Sarimo selaku Kepala Desa Kalisemo Saat di temui di Kantor Balai Desa Kalisemo mengatakan, Ngadirin itu orangnya agak setres setelah di tinggal istrinya mas jadi bagaimana lagi.
" Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang berkenan datang ke Desa kami, tapi kami mohon jangan diberitakan dulu nanti kita mau musyawarahkan dulu ke BPD dan teman-teman perangkat," singkatnya. (Agus.S)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi