PURWOREJO - Dalam rangka mensukseskan program Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener, masyarakat yang tergabung dalam paguyuban MASTERBEND (Masyarakat Terdampak Bendung Bener) mengadakan Pengajian Ruwahan dan Deklarasi Masterbend di Bukit Seribu Besek, Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (09/04/2021).
Eko Siswoyo selaku Ketua Masterbend dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu perjuangan masyarakat terdampak Bendung Bener tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih.
"Jadi Masterbend ini terbentuk atas rasa kesadaran, kebersamaan, rasa senasib, harapan dan cita - cita masyarakat terdampak blBendung Bener," ucapnya.
Lebih lanjut, Eko mengatakan, kesadaran bersama tersebut karena proses Bendungan Bener itu sangat panjang, maka semua yang menjadikan beban moril, materiil menjadi tanggung jawab bersama.
"Dengan kebersamaan ini sudah ada hasil sedikit yang bisa kita rasakan, namun proses ini masih sangat panjang jadi jangan berhenti sampai disini saja dalam menjalin kebersamaan," katanya.
Eko menambahkan, jadi proses pengukuhan tersebut hanya seremonial saja karena sebenarnya perjuangan masyarakat tersebut sudah dimulai dari tahun 2019 namun pengukuhan baru bisa sekarang dilaksanakan.
"Jadi kedepan Masterbend ini supaya bisa menfasilitasi masyarakat supaya bisa ikut berperan dalam proyek bendungan benet ini bukan cuma sekedar jadi penonton saja," imbuhnya.
Sementara itu, Muhammad Abdullah anggota DPRD Purworejo dari Fraksi NasDem yang juga penasihat Masterbend menyampaikan, bahwa sebenarnya Masterbend tersebut sudah terbentuk lama dan sudah berbadan hukum berdirinya juga melalui notaris, dan dibentuk sebagai ajang silaturahmi masyarakat terdampak bendungan bener.
"Jadi Masterbend kedepan akan mengawal terus proyek Bendungan Bener sampai selesai, agar masyarakat terdampak bisa diberdayakan supaya mendapat mata pencaharian baru agar kebutuhan ekonominya tercukupi," pungkas Abdullah.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Agus Sulistya |
| Editor | : Wildan Muklishah |
Komentar & Reaksi